Pertanyaan yang sering menjadi perhatian orang yang akan membeli sebuah DVR System adalah berapa lama / berapa banyak DVR akan dapat menyimpan video yang ditangkap oleh CCTV Camera. Banyak pula orang yang beranggapan bahwa kualitas DVR yang akan menentukan kapasitas yang dimiliki oleh DVR System. Artikel ini akan mencoba menjelaskan faktor apa sajakah yang menentukan kapasitas penyimpanan pada sebuah DVR System, bagaimana faktor – faktor ini mempengaruhi kapasitas penyimpanan pada DVR. DVR System yang dimaksud pada artikel ini dibatasi hanya pada Digital DVR

Sebelum memahami apa saja yang menentukan kapasitas pada sebuah DVR, perlu dipahami terlebih dahulu apakah sebenarnya DVR. DVR digunakan untuk menyimpan data video yang ditangkap oleh CCTV Camera. Pada Digital DVR data yang disimpan harus dikonversi terlebih dahulu menjadi data digital. Proses konversi umumnya dilakukan sendiri oleh DVR System. Jadi ukuran data digital hasil konversi ini yang akan menentukan seberapa cepat kapasitas DVR akan terisi penuh.

Ukuran data digital pada DVR System ditentukan oleh beberapa faktor penting:

  • Jumlah Kamera: semakin banyak jumlah CCTV Kamera, maka akan semakin banyak data yang ditangkap dan dikonversi menjadi data digital.
  • Jumlah Frame per Second (fps) / Resolusi: video digital merupakan kumpulan frame yang dirangkai secara sequential. Hal ini menyebabkan semakin tinggi frame per second, maka video digital akan tampak semakin halus, dan tentunya juga akan membuat ukuran data akan semakin besar.
  • Ukuran Frame: semakin besar ukuran frame maka akan semakin besar pula ukuran data video. Terdapat beberapa ukuran frame yang umum digunakan pada DVR System, seperti: 352×288 PAL (CIF / Common Intermediate Format), 704×576 PAL (D1 / Full Frame).
  • Kualitas Video: data analog yang dikonversi menjadi data digital menggunakan standard format video. Standard format ini akan menentukan seberapa tepat video digital merepresentasikan kondisi aktual. Video yang memiliki kualitas baik umumnya menyimpan informasi yang lebih detail dan tentunya ukuran yang lebih besar.
  • Lama Waktu Perekaman: semakin panjang waktu perekaman maka ukuran video akan semakin besar.

Berdasarkan faktor – faktor diatas, dengan asumsi 1 kamera, 1 frame per second, Full Frame (D1), Kualitas standard, 1 hari, ukuran data video secara empiris kurang lebih 330 MB. Bila menggunakan ukuran frame CIF, ukuran video menjadi 145 MB.

Berdasarkan satuan data di atas maka kita dapat melakukan kalkulasi ukuran data video pada sebuah CCTV system. Sebagai contoh, bila dalam sistem terdapat 4 kamera, video direkam 10 frame per second, full frame, kualitas standard, selama 30 hari, maka estimasi ukuran data video menjadi 4 x 10 x 30 x 330 MB = 396000 MB = 396 GB. Hal ini berarti, CCTV System harus memiliki kapasitas peyimpanan (hard disk) sekurang – kurangnya 396 GB untuk dapat menyimpan data sesuai asumsi di atas.